JellyPages.com

Wednesday, March 28, 2012

49 days "crying version" (Part 1)






















Sunday, March 25, 2012

Dimanakah orang mati itu ??


Dengan jelas Alkitab menyatakan tentang orang mati dan keadaan mereka kembali ke asalnya. Apakah kematian itu? Jika Allah tidak mengatakan kepada kita, kita tidak pernah akan mengetahuinya. Marilah kita analisa jawaban Allah. 
Tiga ribu lima ratus tahun yang lampau seorang yang taat kepada Allah, tinggal ditanah Uz, Arab dahulu kala, menyadari bahwa pohon dapat ditumbangkan, tetapi kini akar yang tua itu dapat tumbuh kembali. Tetapi apabila manusia mati, tanyakanlah kepada Ayub, "Dimanakah ia? (Ayub 14:7-10).


1.  Apakah yang terjadi bila seorang manusia mati ?
 "Dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya." Pengkhotbah 12:7. 
Catatan: 
Roh yang kembali kepada Allah adalah "Nafas hidup yang diberikan Allah kepada manusia." Ayub 27 : 3 ("selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku). Dengan demikian nafas hidup manusia adalah merupakan satu-satunya dasar kehidupan, kalau dicabut berarti tubuh manusia itu kembali kepada debu tanah. Jantung tidak dapat lagi berdenyut. Otak tidak lagi berfungsi. Darah tidak dapat lagi mengalir.  Daud berkata: "Apabila Engkau mengirim RohMu, mereka tercipta...... Apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjdadi debu." Mazmur 104 : 30 bagian akhir.


2. Apakah roh manusia yang telah mati kembali kepada Allah dengan mempunyai  kesadaran ?
Tidak. Teks Ibrani maupun Yunani (ruakh dan pneuma) tidaklah menunjuk kepada adanya wujud berakal yang memiliki kesadaran terpisah dari tubuh.  Justru sebaliknya, istilah-istilah ini digunakan untuk menyatakan "nafas" -- percikan kehidupan yang essensial bagi eksistensi kehidupan individual. Pernyataan Salomo bahwa roh (ruakh) kembali kepada Allah yang memberikannya menunjukkan bahwa apa yang kembali kepada Allah ialah sekadar prinsip kehidupan yang telah diberikan-Nya.


3. Apakah yang terjadi dengan kesadaran berfikir manusia? 
Telah tiada. "Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya." Mazmur 146 : 4. "Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang sudah mati tidak tahu apa-apa." Pengkhotbah 9 : 5 bagian pertama. "Karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi." Pengkotbah 9 : 10.


4. Bagaimana dengan emosi /perasaan dari orang yang telah mati ?
"Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang" Pengkotbah 9 : 6


5. Adakah orang  benar yang telah mati dapat memuliakan Tuhan?
Orang-orang yang telah mati tidak dapat memuliakan Tuhan, atau mereka yang telah turun ketempat yang sunyi kedua-duanya tak dapat memuliakan Tuhan." Mazmur 115 : 17. Baca Mazmur 6 : 6 dan  88 : 11-13, Yesaya 38: 18, 19.

   
6. Dimanakah tempat tinggal orang yang telah mati ?
Menurut Perjanjian Lama, tempat tinggal orang yang mati ialah sheol (Ibrani), dalam Perjanjian Baru disebut hades (Yunani). Keduanya di dalam Alkitab paling sering digunakan untuk pengertian kubur. Ayub 17:13 menyatakan bahwa dunia orang mati adalah rumah dan tempat tidur pada waktu kematian (dengan demikian dunia orang mati tak lain adalah kuburan). Ayat-ayat lain
Catatan :
Semua orang mati baik orang benar maupun jahat masuk ke dalam tempat ini (Mazmur 89 : 49). Pada waktu Yakub mati (Kej 37 : 35), juga ketika bumi menelan Korah yang jahat dan rombongannya (Bil 16 : 30). Ketika Kristus mati, Ia dimasukkan ke dalam kubur (hades), waktu kebangkitan JiwaNya meninggalkan hades (Kisah 2 : 27, 31 atau sheol, Maz 16:10). Daud bersyukur bahwa jiwanya telah diselamatkan "dari dunia orang mati (sheol)" Maz 30 : 3.

7. Bagaimanakah keadaan manusia sementara berada dalam kubur ? 
"Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berduka cita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan." I Tesalonika 4:13.
Catatan: 
Baca Yohanes 11: 11 - 14 sehubungan dengan kematian Lazarus. Yesus menggunakan istilah-istilah "tidur" dan "mati" yang tak dapat dipertukarkan. Selama kematiaannya (4 hari) ia tidak bisa pergi ke surga, neraka, atau ke api penyucian. Apabila Yesus membangkitkan dia kepada kehidupan ia tidak memanggil dia dari Neraka atau Turun dari Sorga. Dengan sederhana Ia berkata, "Lazarus, keluarlah." Yohanes 11: 43, bagian akhir.


8. Kemakah Ayub berharap untuk pergi ketika ia mati ? 
"Seperti air menguap dari dalam tasik, dan sungai surut dan menjadi kering, demikian juga dengan manusia berbaring dan tidak bangkit lagi, sampai langit hilang lenyap, mereka tidak terjaga, dan tidak banungun dari tidurnya. Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murkaMu surut; dan menempatkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula!" Ayub 14:11-13.
Catatan: 
Ayub mengharapkan hidup kembali bilamana kebangkitan akan terjadi. (Ayub 14 : 14, 15). Dan ia berharap untuk memandang Allah dengan tubuhnya. Baca Ayub 19:23-27. Kebangkitan merupakan satu-satunya pengharapan manusia untuk terlepas dari kuburan. (I Korintus 15:16-22).


9.  Yesus mengatakan apakah yang terjadi dengan orang mati ketika bunyi suaranya memanggil mereka? 
"Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba bahwa semua orang yang didalam kuburan akan mendengar suaranya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum." Yohanes 5 : 28-29. 
Catatan: 
Ayub mengetahui bahwa ia akan menanti panggilan dari pemberi hidup itu dari dalam kubur. Baca Ayub 17:13.

10. Jika orang yang meninggal dapat langsung masuk surga (bagi orang percaya) dan langsung masuk neraka (bagi orang tidak percaya,  maka ini akan bertentangan dengan bagian-bagian Alkitab yang mana saja?
 
Yohanes 5: 28-29 (ayat butir 9)
Manusia harus  bangkit dulu untuk menerima hidup kekal ataupun hukuman, hal ini tidak dapat diwakili oleh "roh"nya saja. Andaikan begitu manusia tidak perlu dibangkitkan dan Tuhan Yesus tidak perlu datang menjemput umatNya. 
 
I Korintus 15 : 17 - 18  "Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus" (Baca mulai ayat 12 - 23)
Bila orang benar dapat langsung ke surga bila meninggal (Tradisi mempercayai bahwa mereka yang menginggal sebelum Kristus bangkit, dibawa ke pangkuan Abraham) maka tidaklah sia-siakepercayaan kita dan tidak lah binasa mereka yang percaya padaNya, meskipun Kristus tidak bangkit di kemudian hari.
 
~ Manusia belum  menerima upahnya sebelum Kristus datang kembali.
Matius 16: 27 "Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya." 
Matius 25 : 31 - 46  "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, ....Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."
Wahyu 22 : 12  "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."


11. Adakah Kristus pergi kepada BapaNya ketika hari kematianNya?
Tidak, karena setelah tiga hari kemudian dari hari kebangkitanNya Yesus berkata kepada Maria, "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu." Yohanes 20:17.


12. Apakah pencuri yang bertobat di sebelah salib Yesus langsung masuk ke surga setelah ia mati ?
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Lukas 23:43 (Firdaus sama dengan surga  II Kor 12:4, Wahyu 2:7).
Kalau menurut terjemahan di atas, tentulah Kristus segera masuk ke surga pada hari Jumat itu menghadap hadirat Tuhan, bersama dengan pencuri itu. Namun ternyata tidak demikian (lihat butir 11 di atas).
Naskah Alkitab dahulu tidak mengenal tanda koma maupun jarak antar kata. Dengan ditambahkannya tanda-tanda baca maka muncullah perbedaan yang cukup berarti atas makna nas itu. Para penerjemah Alkitab menggunakan akal pertimbangan yang terbaik dengan menaruh tanda baca, akan tetapi karya itu tentu saja bukanlah diilhamkan. Ayat ini tidak akan bertentangan dengan ayat-ayat lainnya tentang kematian di dalam Alkitab, bila tanda koma diletakkan sesudah kata "hari ini", sehingga bunyinya : "Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga (maksudnya : hari ketika Aku mati, ketika Aku masih tergantung dan kelihatan tak berdaya), engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" - Ini adalah suatu janji yang akan digenapi menyusul kebangkitan orang benar pada waktu kedatangaNya yang kedua kali.

Catatan : Pencuri yang beriman itu berkata "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Luk 23:42. Jawaban Yesus di ayat 43, bukanlah mengoreksi perkataan dari Pencuri tsb. Tapi justru menguatkan, bahwa 'Ya' Tuhan Yesus akan mengingatnya ketika Dia datang sebagai Raja dan Pencuri itu akan bersama-sama Tuhan di Firdaus.


13. Apakah yang Yesus ajarkan tentang saatnya orang-orang masuk firdaus sebagai pahala mereka?
Kurang dari dua puluh empat jam sebelum janji ini kepada penjahat dikayu salib, Yesus memberikan kepada murid-muridNya janji yang tertulis dalam Yohanes 14:1-3. la membicarakan tentang istana dalam rumah Bapa ketika la datang untuk menjemput mereka sebagai milikNya. Baca Matius 16:27; 25:31, 34.



KESIMPULAN

Dalam khotbahnya pada hari Pentakosta Petrus menyatakan bahwa Daud tidak naik kesurga karena ketika dia wafat, tetapi tetap beristirahat di kubur. Baca Kisah 2:29, 34. Sementara kita masih kita hidup biarlah kita bersiap untuk berjumpa dengan Kristus pada kedatanganNya yang kedua kali. Inilah pengharapan Rasul Paulus. Baca II Timotius 4:6-8. Itu juga boleh menjadi pengharapan kita. Hanya satu jalan untuk memperoleh hidup kekal setelah kebangkitan lalu hidup selama-lamanya. "Barangsiapa yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barang siapa yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." Yohanes 3:36. Kebangkitan Kristus membuat kepastian bahwa seseorang yang tinggal di dalam Kristus akan memperoleh hidup yang kekal. Baca 1 Korintus 15:16-22

Ayat-ayat mengenai KEADAAN ORANG MATI / DUNIA ORANG MATI





Ayub 17: 13
Apabila aku mengharapkan dunia orang mati sebagai rumahku, menyediakan tempat tidurku di dalam kegelapan,

Mazmur  6 : 6 (Terj. bhs Inggris Maz 6:5)
Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati?

Mazmur 30:4 (30:3)
TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.

Mazmur 31:18 (31:17)
TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.

Mazmur 49:15 (49:14)
Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.

Mazmur 88 : 11 - 13
Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang-orang mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepada-Mu? Sela
Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?
Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri segala lupa?

Mazmur 89:49 (89-48)
Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian, yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati? Sela
Mazmur 115 : 17 - 18
Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi, tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Yesaya  38 : 18 - 19
Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.
Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu, seperti aku pada hari ini; seorang bapa memberitahukan kesetiaan-Mu kepada anak-anaknya

Thursday, March 22, 2012

Short Romantic Story


A girl asked a boy if she was pretty, he said "No". She asked him if he wanted to be with her forever, he said "No". Then she asked him if he would cry if she walked away, he said "No". She had heard enough; she needed to leave.As she walked away he grabbed her arm and told her to stay. He said "You're not pretty, you're beautiful. I don`t want to be with you forever, I need to be with you forever. And I wouldn't cry if you walked away, I would die."
A man bought 12 flowers. 11 real and 1 fake. He said, "I will love you until the last flower dies."
One night a guy and a girl were driving home from the movies. The boy sensed there was something wrong because of the painful silence they shared between them that night. The girl then asked the boy to pull over because she wanted to talk. She told him that her feelings had changed & that it was time to move on.A silent tear slid down his cheek as he slowly reached into his pocket & passed her a folded note.
At that moment, a drunk driver was speeding down that very same street. He swerved right into the drivers seat, killing the boy. Miraculously, the girl survived. Remembering the note, she pulled it out & read it. "Without your love, I would die."
There was a girl named Becca and a boy named Joe. Becca was in a burning house. None of the firefighters could get in the house because the fire was too big. Joe dressed in one of the fire suits and got into the house. When he got up the stairs, the steps fell off behind him. When he got into her room he sealed the door up behind him. He held her tight, kissed her, huged her, then said that he loved her. She asked what was wrong, and he said that he was going to die. Her eyes widened as she began to cry. He picked her up and jumped out of the four story house. He landed on his back with her on top of him. He died to save her life.
There was girl who loved a boy so much she said to the boy, "If I told you that I liked you, would you take it as a joke?"
The boy said, "Yes I would."
She asked, "Why?"
The boy replied, "Because I know you don't like me, I know you love me!"
Love Means... (a girl and guy were speeding over 100 mph on a motorcycle)
Girl: Slow down. I'm scared.
Guy: No this is fun.
Girl: No its not. Please, it's too scary!
Guy: Then tell me you love me.
Girl: Fine, I love you. Slow down! Guy: Now give me a big hug. (Girl hugs him)
Guy: Can you take my helmet off and put it on? It's bugging me.
In the paper the next day: A motorcycle had crashed into a building because of break failure. Two people were on the motorcycle, but only one survived. The truth was that halfway down the road, the guy realized that his breaks broke, but he didn't want to let the girl know. Instead, he had her say she loved him, felt her hug one last time, then had her wear his helmet so she would live even though it meant he would di

Choi Siwon in GQ Magazine March Issue ’12


SULAMAN

ketika saya masih kecil, saya sering melihat ibu menyulam sehelai kain. Saya pada saat itu sering bermain di lantai, melihat keatas dan bertanya-tanya "apa yang ibu lakukan??" kemudian ibu menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu yang indah pada sehelai kain tersebut.

Tetapi saya memberi tahu kepada ibu bawa yang saya lihat dari bawah bukanlah sesuatu yang kelihatannya indah, tetapi benang yang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini. Nanti setelah selesai, engkau akan ku panggil dan ku dudukkan di pangkuan ibu dan kamu dapat melihat betapa indahnya sulaman ini.

Saya bingung, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, yang begitu semrawut diatas benang-benang berwarna cerah, sehingga tambah berantakkan kelihatannya.

Beberapa saat kemudian, saya mendengar suara ibu memanggil "anakku, kemari. duduklah dipangkuan ibu".
Ketika saya sudah duduk diatas pangkuan ibu, saya menjadi heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit. Sungguh indah sekali. Saya hampir tak percaya melihatnya, karena yang saya lihat dari bawah tadi hanyalah benang-benang yang berantakkan.

Kemudian ibu berkata "Anakku, kau melihatnya dari bawah tadi, kain ini memang tampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa diatas kain ini sudah dirancangkan sebuah pola yang sangat indah dan ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas, kamu baru dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun kita melihat keatas dan bertanya kepada Bapa Surgawi "Bapa, apa yang Engkau lakukan?" Ia menjawab "Aku sedang menyulam kehidupan mu" Dan aku membantah, :"Tetapi mengapa hidup ini tampak ruwet Tuhan, benang-benangnya banyak yang berwarna hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"


Kemudia Bapa menjawab "Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu dibumi ini. Suatu saat nanti, Aku akan memanggilmu ke Surga dan mendudukkan mu di pangkuanKu dan kamu akan melihat rencanaKu yang Indah dari sisiKu"


(Yeremia 29:11)
Sebab Aku mengetahui Rancangan-Rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, Demikianlah Firman Tuhan, Yaitu rancangan Damai Sejahterah dan bukan Rancangan Kecelakaan untuk memberikan kepadamu MASA DEPAN YANG PENUH HARAPAN

Thursday, March 8, 2012

Joo Hyun Jae in Chinnes Drama









tetep ganteng yahh :)

Wednesday, March 7, 2012

Pemimpin Pujian (Worship Leader)


Sebagai Pemimpin Pujian kita harus “bersih” dengan tugas kita sebagai Pemimpin Pujian. Tujuannya: Membawa jemaat ke dalam hadirat Tuhan dan agar mereka bisa berdiam dan merasakan hadirat Tuhan, mempersiapkan jemaat untuk ditaburi dengan firman Tuhan, menciptakan atmosfir surgawi.

  1. Dalam mempersiapkan lagu pilihan tema untuk setiap minggunya, misalnya tema untuk minggu ini adalah perayaan pujian, jadi lagu-lagunya menjurus tentang perayaan, atau mungkin temanya adalah intimasi. Agar memiliki tema dalam suatu kebaktian, kita harus peka terhadap pimpinan Tuhan dan juga berkomunikasi dengan pemimpin/pendeta kita.
  2. Praktis dan berikan yang terbaik buat Tuhan. Bangun talentamu!
  3. Jangan memaksakan jemaat, pimpinlah dengan iman dalam naungan Roh Kudus. Tahu bagaimana harus berkomunikasi dengan jemaat, pemusik, singers, contohnya: kontak mata, bangun hubungan antara kita dengan team, tanda-tanda lewat tangan.
  4. Jadilah dirimu sendiri karena kita mempunyai panggilan dan keunikan masing-masing. Jangan mencoba untuk menjadi orang lain. Kita harus menjadi kokoh dan tahu bahwa Tuhan memanggil kita untuk melakukan apa yang Ia inginkan. Kita mempunyai peranan penting. Jadi bekerjalah dari dalam karena apa yang ada di dalammu itulah yang akan mengatur apa yang akan kau lakukan.
  5. Berkomunikasilah dengan pendeta. Kadangkala ada waktu-waktu tertentu dimana pemimpin pujian dan pendetanya harus duduk dan merencanakan untuk perkembangan dan rencana untuk Team Pujian dan Penyembahan dan dibawah kontrol (visi) pendeta. Milikilah hubungan yang kuat dengan gembala dan bekerjalah dengannya dan bergerak bersama dengan visi gembala. Ibr 13:17, bekerja di bawah otoritas gembala, dan melayani dalam visi di rumah Tuhan. Mempunyai komitmen dengan gembala demi kesuksesan di dalam segala hal. Setan suka sekali mencoba untuk menghancurkan hubungan antara WL (Worship Leader) dan pendeta supaya gereja itu tidak bisa berkembang, sebelumnya kita harus memecahkan tembok itu dan bersama dengan pastor kita maju (1 Pet. 4:10). Kita berlari arena yang sama, kita harus lari bersama. Mazmur 81;15. penundukan diri datang dari hati kita.
  6. Setialah kepada team, tingkatkan komitmen di dalam team. Bangun hubungan yang baik dan kesatuan di dalam satu team.
  7. Disiplinlah, contohnya: tepat waktu, kehadiran….
  8. Rendahkanlah dirimu, jangan pernah mempunyai tujuan untuk mencari promosi, tetapi sebagai WL, kita harus belajar untuk meletakkan diri kita di balik salib-Nya sehingga hanya Dia yang dimuliakan. Tudung pelayan adalah kunci keberhasilan sukses kita. Di manapun letak posisi kita, apapun yang kita lakukan kita harus memiliki sikap seorang hamba yang tujuannya hanyalah untuk menyenangkan Tuannya.(Filp. 2:3-11). Layani dengan iman yang penuh (Ayb. 23:11-14). Layani dengan sikap hati yang benar (I Pet 4:10-11)
  9. Bangkitlah para pemimpin baru. Jangan takut dengan pemimpin baru, kita harus menjadi orang besar yang tahu bagaimana melepaskan segala sesuatu dalam panggilan-Nya. Jangan cemburu dengan keberhasilan orang lain, melainkan kita harus merasa aman dan yakin dengan diri kita, dan senang dengan keberhasilan orang lain.
  10. Mempunyai ketrampilan untuk memimpin dan berlatih serta memberikan yang terbaik untuk Allah. Melayani dengan roh yang luar biasa (roh yang ingin memberikan yang terbaik) bukan roh yang perfeksionis (roh yang ingin membuat segala sesuatu sempurna dan segala sesuatu teratur) tetapi kita perlu mengetahui pada saat kita memberikan yang terbaik dari dalam hati kita, sehingga Tuhan akan membuatnya sempurna di mata Dia dan bukan di mata manusia.
  11. Jangan mencoba untuk menyenangkan diri sendiri karena itu kita berarti kompromi.Tetapi apapun yang kita lakukan kita harus menyenangkan Tuhan. Terkadang kita harus mengambil langkah untuk taat agar Allah mengambil alih, karena seringkali sebagai WL kita mencoba untuk menyenangkan orang-orang lain bukan menyenangkan Tuhan, karena kita takut ditolak oleh orang. Oleh sebab itu kita harus punya fokus untuk menyenangkan Tuhan dan menjadi aman dengan diri kita, sehingga kita tidak takut ditolak orang, tetapi kita bisa berdiri dan berada dalam penguasaan Allah.
  12. Untuk menjadi seorang penyembah yang benar, itu merupakan suatu proses kehidupan kita, sehingga kalau kita mau diproses Tuhan, kita tidak boleh lari karena Dia sedang membentuk kita untuk menjadi bejana-Nya yang indah. Seberapa lama sih prosesnya itu? Hidup adalah sebuah perjalanan dan demikian juga dalam penyembahan. Seberapa lama proses kita itu tergantung dengan diri kita, dan bagaimana kita meresponi proses tersebut. Apakah kita taat atau malahan kita menunda proses-Nya sehingga kita harus tahu bagaimana tinggal di dalam proses dan tinggal di dalam Allah.
  13. Intinya sebagai WL kita harus mengerjakan 4”S” dalam pelayanan, yaitu Skill /trampil (kemampuan secara tehnik, memahami dasar pengetahuan tentang musik.), Maz. 33:3. Sensitivity/kepekaan terhadap Roh Kudus, terhadap orang lain, dan terhadap arus pimpinan Tuhan (Gal 5:16). Submission/kepatuhan, coba lagi dan coba lagi, karena ini adalah bagian terpenting sbg WL. Kita harus tahu bagaimana tunduk kepada otoritas di atas kita. Tunduk kepada Tuhan dan otoritas di atas kita. Sanctification/Kekudusan, adalah proses dijadikan murni (menjadi seorang pribadi yang utuh), sedang dipisahkan (Rom. 5, Filp. 1:6, I Tes. 5:23, Ef. 1:4, Kol. 1:10,23)
  14. Jadilah nyata! Jangan memakai topeng! Sebagai penyembah-penyembah yang benar, kita harus menghidupi kehidupan dan karakter Kristus, jangan hanya bisa menyembah di atas panggung tetapi berbeda dengan kehidupan di bawah, sehingga kita menjadi orang munafik. Karena itu, marilah berada dalam suatu hidup yang nyata!

http://gema.sabda.org/tips_sebagai_pemimpin_pujian