JellyPages.com
Showing posts with label fuNny Story. Show all posts
Showing posts with label fuNny Story. Show all posts

Tuesday, September 6, 2011

Gadis matematika dan gadis logis

PILIH GADIS MATEMATIS ATAU GADIS LOGIS? 
Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara 
berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara 
berpikirnya mengandalkan LOGIKA ( L) . Mereka berdua 
berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan 
jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa 
lama mereka berjalan.... 

M : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria 
yang sedang berjalan mengikuti kita kira2 sejak 
tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya 
khawatir dia bermaksud jelek. 

L : Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita. 

M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti 
ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap 
kita. Apa yang harus kita lakukan. 

L : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, 
yaitu berjalan lebih cepat. 

M : Itu tidak banyak membantu, gimana nich..... 

L : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau 
kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat 
jalannya. 

M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan 
kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap 
kita dalam waktu dua setengah menit... 

L : Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita 
lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat 
jalan yang kekanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti 
kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti 
olehnya. 

Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi 
mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika 
(L ). Gadis matematis ( M) tiba di rumah lebih dulu dan 
dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak 
berapa lama kemudian, Ga dis Logika (L ) datang. 

M : Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat. 
Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi? 

L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus. 

M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan 
kamu? 

L : Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat 
tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga 
mengejar saya. 

M : Dan... dan.. 

L : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya 
di tempat yang gelap... 

M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan? 

L : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, 
yaitu saya mengangkat rok saya.. 

M : Oh... Lalu apa yang dilakukan pria tadi? 

L : Sesuai dengan logika... Dia menurunkan 
celananya... 

M : Oh tidak... Lalu apa yang terjadi kemudian? 

L : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat 
roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang 
berlari sambil memelorotkan celananya... So akhirnya 
aku bisa lolos dari pria itu...


                                                                                  

Penipu yang Kena Tipu

Suatu hari Joki melihat seorang suster yang cantik sedang menunggu bis. Dia membayangkan gimana rasanya kalo bisa ngesex sama suster itu. Joki mengikuti suster itu sampi didalam bis. Sang kondektur yang melihat Joki sedang memperhatikan suster itu segera mendatanginya.
Kondektur : Kenapa bos, pengen main ama suster ya?
Joki : Iya nih, gimana ya caranya ?
Kondektur : Gampang, suster itu biasanya malam Jum’at gini jam 7-an pasti ada di taman dekat stasiun. trus kamu pura2 jadi pastor, minta dia layanin kamu. pasti dia mau, soalnyadia gak berani bantah perintah pastor.
Joki : Serius nih, ok entar malam aku ke taman.
Singkat cerita, malamnya Joki datang ke taman dengan mengenakan pakaian ala pastor. Dia melihat suster itu sedang duduk sendiri sambil membaca buku. Joki lalu menyapa suster itu.
Joki : Malam sus, sedang apa disini sendiri?
Suster : Oh pastor gak apa-apa, cuma lagi baca buku.
Joki : Gini suster, saya mau memberi pelajaran ttg sex. tapi saya gak bisa menjelaskan secara rinci, gimana kalo kita praktekan aja.
Suster : Tapi…. ( berfikir sejenak) saya malu, gak usah lepas baju ya. saya juga takut hamil, lewat belakang saja ya.
Joki : Terserah suster aja (dari pada gak sama sekali pikir Joki)
Akhirnya Joki bisa memenuhihasratnya bermain dengan suster dengan hot. Setelah selesai Joki tertawa senang,“HA…HA…HA… SAYA BUKAN PASTOR, KAMU SUDAH SAYA TIPU”, teriak Joki senang.
Tiba-tiba suster itu juga tertawa senang, “HA…HA…HA… SAYA JUGA BUKAN SUSTER, SAYA KONDEKTUR BIS WAKTU ITU. KAMU YANG SUDAH SAYA TIPU HA..HA..HA..
Sekarang giliran Joki yg terdiam telah ditipu KONDEKTUR BIS HOMO BAJINGAN……..!!!&##&$^#$#$#$@@%08&




Friday, July 29, 2011

11 Kisah Lucu Penuh Motivasi

1. Ada dua orang, bapak dan anaknya melihat sebuah mobil impor yang sangat mewah. Dengan nada yang tidak pantas si anak berkata kepada ayahnya, “Orang yang duduk dalam mobil jenis ini, pastilah orang yang berpengetahuan sangat minim!” Ayahnya lalu mejawab secara sepintas lalu, “Orang yang mengucapkan kata-kata semacam ini, dalam sakunya pasti tidak ada duit!” Bagaimana pandangan Anda mengenai masalah ini, apakah juga mencerminkan sikap sebenarnya dalam hati Anda?

2. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain.” Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.

3. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya persis seperti orang yang jerawatan. Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, “Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona.” Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.

4. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!”
Sedangkan guru dari Barat akan bilang, “Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!” Kita sebagai angkatan tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

5. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!”
Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.” Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya.” Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

6. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang. Seorang penumpang menjengukkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!” “Saya harus mengejar dia…” Dengan nafas tersenggal-senggal dia menjawab, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!” Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis! Namun juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.

7. Si A : “Tetangga yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya.”
Si B : “Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?”
Si A : “Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya.” Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.

8. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang. Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!” Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan. Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.

9. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”
Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!”
“Siapa yang menemukan listrik?”
“Edison.”
“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.

10. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelpon dokter rumah tangga minta pertolongan. Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.” Ibu Toto bertanya, “Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, “Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu.” Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Dari pada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.

11. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya. Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, ‘plak’ gembok besar itu sudah terbuka. Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.