JellyPages.com

Monday, December 5, 2011

Sinopsis 49 days Episode 4 (Part 1)


Min Ho masuk ke kamar Ji Hyun, dan tidak ada siapapun. Ia mulai memeriksa laci Ji Hyun dan sekitarnya.

Lantas dimana Ji Hyun (Kyung) ??

Ternyata ia berhasil keluar dari jendela dan sekarang bergelantungan di balkon...
Ji Hyun (Kyung) berusaha bertahan, tapi tangannya semakin licin dan mau tidak mau ia harus melepaskan pegangan-nya.

Ji Hyun (Kyung) jatuh dengan keras dan mata kakinya terkilir.

Ji Hyun (Kyung) segera keluar dari halaman rumah Ji Hyun dan menunggu di sudut, ia takut kalau Min Ho menemukan stempelnya.

Di dalam, Min Ho masih belum menemukan stempel Ji Hyun. Pintu terbuka dan ibu Ji Hyun masuk. Min Ho segera mengambil boneka kangguru di meja untuk alasan
Ibu Ji Hyun berkata agar membawa buket bunga warna pink itu, Ji Hyun menyukainya. Min Ho mengiyakan. Han Kang benar2 tahu apa yang paling disukai Ji Hyun, kasihan.

In Jung pergi ke RSJ dan menemui seorang wanita paruhbaya. In Jung membawa macam-macam snack untuk wanita itu.

Tapi wanita itu tidak kenal In Jung, sepertinya ia sakit pikun atau ada gangguan jiwa. Dia kasar pada In Jung, sehingga In Jung kesal. Wanita ini adalah Ibu kandung Kang Min Ho.

Min Ho keluar dengan membawa beberapa barang, masuk ke mobil dan menunduk karena stres. Ji Hyun (Kyung) mengamati Min Ho dari jauh dan tidak percaya dengan karakter Min Ho sebenarnya.

Ji Hyun (Kyung) sedikit lega melihat Min Ho sepertinya tidak menemukan stempel. Ji Hyun (Kyung) melihat mobil Min Ho yang berlalu dan berkata sendiri, Shin Ji Hyun, kau pikir orang seperti itu mencintaimu.
Ji Hyun (Kyung) melihat ke arah rumah dan minta maaf pada orang tuanya, aku merindukan kalian.
Ji Hyun (Kyung) jalan dan memandang orang yang lalu lalang disekitarnya, ia berpikir keras, dimana aku letakkan stempel itu, dalam tas atau saku, bagaimana jika aku tidak bisa menemukannya.
Ji Hyun (Kyung) memukuli kepalanya, dan terdengar bentakan keras : Mengapa kau memukuli Yi Kyung?

Ji Hyun (Kyung) menoleh dan melihat Scheduler sedang minum kopi di cafe di lantai dua seberang jalan. Ji Hyun (Kyung) senang melihatnya dan langsung lari menemuinya.Scheduler memarahi Ji Hyun (Kyung) karena memukul kepala Yi Kyung, siapa yang memberimu ijin memukul kepala itu? Lalu melihat mata kakinya dan tambah marah karena Ji Hyun (Kyung) membuat mata kaki Yi Kyung cedera.
Scheduler : Tidak cukup membuat mata kakinya terkilir, kau masih memukul kepalanya? Aku sudah bilang jangan melukai Yi Kyung.

Ji Hyun (Kyung) menyesal dan berkata akan membeli obat nanti. Scheduler berkata lakukan saja sesukamu, aku sudah memperingatkan, pergi sana.
Tapi Ji Hyun (Kyung) justru duduk dan memegang tangan Scheduler. Ini membuat Scheduler panik dan menarik tangannya,

kenapa kau memegang tanganku? Diantara kita..kita tidak cukup dekat untuk melakukan itu.
Ji Hyun (Kyung) tidak terlalu peduli dan ia lebih mencemaskan stempelnya, sebenarnya dimana ia menyimpannya.
Ji Hyun (Kyung) : Aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan, aku tidak tahu apa aku seharusnya menemukan stempel itu dulu atau mencemaskan diriku sendiri, aku tidak tahu berapa lama aku akan bisa menemukan stempel itu. Bagaimana jika aku tidak bisa menemukannya sama sekali, aku takut setengah mati. Tapi tidak ada orang yang bisa mendengarkanku.
Scheduler menggerakkan tangannya dan minta Ji Hyun (Kyung) berhenti, Hentikan! lihat sini, aku juga bukan orang, dan aku tidak datang ke sini karena mencemaskanmu. Aku datang karena ada peringatan kalau kau sudah melukai tubuh Yi Kyung. alarm di PonselKu berbunyi..

Ji Hyun (Kyung) : Karena itukah kau datang?
Scheduler berkata apa dia harus menyia-nyiakan waktunya hanya dengan mengejar Ji Hyun ke sana sini.
Ji Hyun (Kyung) berkata kalau Scheduler pernah memberikan petunjuk padanya. Kapan? tanya Scheduler.
Ji Hyun (Kyung) : Kau bilang kalau aku tahu kode rumahku dan memberiku petunjuk itu.

Scheduler berdiri dan berkata, gadis ini mengarang tentang Scheduler, aku pergi. Ji Hyun (Kyung) masih bicara sendiri, waktu itu dia yang memberikan petunjuk..Scheduler menoleh lagi : Tidak punya pikiran sama sekali..itulah mengapa dia selalu ditipu.

Min Ho sampai di RS dan ayah Ji Hyun berkata kalau Min Ho lebih baik dibanding dirinya, karena Min Ho berpikir membawa barang2 Ji Hyun.

Ayah Ji Hyun ke Ji Hyun : Min Ho datang dan membawa barang berharga milikmu. Ayah akan menunggumu.

Wajah Min ho berubah saat memandang Ji Hyun.

Ji Hyun (Kyung) sampai ke toko roti tempat Seo Woo kerja, ia melihat temannya itu dan berkata kalau ia kesepian dan ketakutan. Tapi tidak ada yang bisa dia ajak bicara, apa kau menyayangiku?

Seo Woo melihat Ji Hyun (Kyung) dan ia keluar. Seo Woo mengenali Ji Hyun (Kyung) sebagai staf Han Kang, apa kau kesini untuk beli roti? Ji Hyun (Kyung) senang dan berkata seharusnya ia datang lebih cepat untuk beli roti dan bicara dengan Seo Woo.

Di cafe Heaven, Han Kang menanyakan tentang Ji Hyun (Kyung). Pelayan wanita dengan senang berkata kalau Ji Hyun (Kyung) belum pulang.

Tapi istri Chef membela Ji Hyun (Kyung), ia mungkin belum bisa datang. Pelayan itu mendelik ke arah istri chef :) Lalu Han Kang berkata akan keluar sebentar.
Sepertinya Chef dan istrinya ingin menjodohkan Han Kang dengan Ji Hyun (Kyung) :)

Han Kang keluar dan melihat Ji Hyun (Kyung) jalan sambil makan roti. Ji Hyun (Kyung) menghentikan mengunyah ketika melihat Han Kang.
Han Kang tidak marah, justru mencemaskan Ji Hyun (Kyung) yang makan roti sambil jalan dengan terburu-buru. Kau seharusnya makan pelan2 dengan sambil minum.
Ji Hyun (Kyung) minta maaf karena terlambat datang. Han Kang mengambil bekas bungkus roti dari dalam saku Ji Hyun (Kyung), kau makan dua biji roti saat dalam perjalanan? kau pikir aku ini bodoh?

Ji Hyun (Kyung) menggeleng, Han Kang : Ah aku ini seperti orang bodoh, semakin aku memberikan toleransi, kau semakin menginjak-injakku, bagimu aku ini seperti orang bodoh, heh?

Han Kang : Lalu kau ini apa? kau pergi semaumu, datang sesukamu, apa kau ini jasa panggilan? Apa kita membuat kontrak sebagai jasa panggilan?

Ji Hyun (Kyung) akhirnya menelan rotinya dan berkata, bukan seperti itu...lalu ia terbelalak, Ji Hyun (Kyung) tersedak! Ji Hyun (Kyung) kesulitan nafas.

Han Kang panik, kenapa? ada apa? apa tersangkut? ia berusaha menolong Ji Hyun (Kyung) lalu memanggil orang di dalam dan minta air.

Semua keluar, istri Chef Oh langsung mengambil teko air dan minta Ji Hyun (Kyung) langsung minum saja dari ujung teko, tapi perlahan agar tidak tersedak lagi.
Ji Hyun (Kyung) akhirnya bisa bernafas lagi dan ia memandang istri Chef yang senyum padanya, Chef Oh, dua pelayan teman kerjanya, lalu Han Kang yang terlihat khawatir.
Chef Oh meminta Ji Hyun (Kyung) ke toilet untuk memuntahkan rotinya dan Ji Hyun (Kyung) jalan pergi.

Saat Ji Hyun (Kyung) jalan masuk, Han Kang melihat mata kakinya yang bengkak. Han Kang terlihat kaget.

Ji Hyun (Kyung) masuk toilet dan memuntahkan semua isi perutnya, setelah itu dia duduk dan menangis tersedu-sedu.

Ji Hyun (Kyung) selesai dan Han Kang memanggilnya. Han Kang memberikan ember isi air es untuk merendam kakinya, sepertinya mata kakimu bengkak. Tadi itu, aku minta maaf, seharusnya aku tidak mengganggumu kalau sedang makan.
Ji Hyun (Kyung) dalam hati berpikir kalau Han Kang tahu cara minta maaf.
Ji Hyun (Kyung) mengompres kakinya dengan handuk dingin. Han Kang meletakkan tas di depannya.
Awalnya ia lupa kalau itu tas Yi Kyung, Han Kang mengingatkan-nya, apa kau tidak ingat, tasmu sendiri? Ji Hyun (Kyung) berkata ia pikir ia kehilangan tasnya.
Han Kang meletakkan obat semprot untuk kaki. Ji Hyun (Kyung) memandangnya dan berkata dalam hati, apa kau benar2 Han Kang?
Han Kang heran, kenapa kau melihatku seperti itu?

Ji Hyun (Kyung) berkata itu karena Han Kang terus saja memberikan banyak hal padanya.
Han Kang tanya tentang peluit itu, kenapa kau membawa peluit seperti anak2?
Ji Hyun (Kyung) : Peluit?
Han Kang menjelaskan, karena Ji Hyun (Kyung) pergi begitu saja, mereka terpaksa memeriksa tas Ji Hyun (Kyung)
Ji Hyun (Kyung) mengaduk tasnya dan mengeluarkan peluit, ini? digunakan untuk kondisi darurat, pasti ada yang sudah membelikannya untukku. Lalu Ji Hyun (Kyung) meniup peluit itu.

Han Kang kaget dan ia ingat sesuatu..

Flashback, Ji Hyun minta Han Kang mengambilkan sepedanya, mereka mendorong sepeda Ji Hyun dengan susah payah dan sudah hampir sampai atas bukit.

Tiba-tiba, kaki mereka terpeleset dan keduanya, bertiga dengan sepeda, jatuh berguling-guling di lereng. Berakhir dengan posisi seperti diatas :) Han Kang membuka mata dan Ji Hyun senyum lebar, ia senang karena tidak mati . Tentu saja Han Kang merasa tidak enak, dan ia memerintah Ji Hyun untuk pergi. Han Kang kakinya sakit. Ji Hyun berkata, kalau Han Kang seharusnya hati-hati. Han Kang menyuruh Ji Hyun minggir dan mengambil sepeda.

Saat itulah Ji Hyun meniup peluitnya, dan berkata kalau ayahnya membelikan peluit agar dipergunakan saat darurat.

Han Kang minta Ji Hyun (Kyung) duduk sebentar. Ji Hyun (Kyung) berkata ia harus kembali kerja.
Han Kang berkata kalau ia punya karakter yang jelek dan ia memberikan amplop isi uang pada Ji Hyun (Kyung), bahkan lebih banyak dari yang sudah ia jalani.
Ji Hyun (Kyung) : Apa maksudnya ini, apa kau memecatku sekarang?

Han Kang berkata ia tidak memecat Ji Hyun (Kyung) karena ia bahkan tidak memperkerjakan Ji Hyun (Kyung). Han Kang hanya mempertimbangkan situasi Yi Kyung dan memutuskan melakukan itu.

Ji Hyun (Kyung) mengerti sekarang, itulah mengapa tadi Han Kang baik padanya, kalau kau mau menendangku, kau seharusnya melakukannya tadi. Mengapa kau harus baik padaku dan membuatku merasa aman lalu menikamku dari belakang?

Han Kang tidak mengerti, dari sejak Ji Hyun (Kyung) muncul, Han Kang sudah tidak merasa nyaman. Kenapa ia harus marah terus setiap hari karena Ji Hyun (Kyung)?
Ji Hyun (Kyung) menolak, karena ia bukan pengemis. Han Kang berkata ia juga bukan orang yang kelebihan uang atau apa. Tapi paling tidak, ia tidak akan mati kelaparan, itulah mengapa ia memberikan uang itu pada Ji Hyun (Kyung).

Ji Hyun (Kyung) memohon, ia harus mendapatkan uangnya sendiri dan dalam hati, Ji Hyun berkata, Han Kang, jika kau juga mengusirku, maka aku benar2 sendirian.
Han Kang berkata ia tidak bisa.

Ji Hyun (Kyung) berdiri. Han Kang menjelaskan, jika Ji Hyun (Kyung) harus pulang jam 12 malam, sepertinya seseorang sakit. Dan karena tunangan Ji Hyun (Kyung), makaJi Hyun (Kyung) tidak bisa fokus. Dan Ji Hyun (Kyung) juga sering kelaparan, apa aku akan membiarkanmu pergi dengan tangan kosong?

Ji Hyun (Kyung) berdiri dan berterima kasih atas kebaikan Han Kang selama ini. Ia hanya mengambil tas dan obat semprotnya saja.
Han Kang : Kau ini..apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?
Ji Hyun (Kyung) : Aku hanya ingin kau mengijinkanku kerja disini.
Perut Ji Hyun (Kyung) bersuara lagi (memang memalukan hahaha...) dan Han Kang hanya pasrah dan menyuruh Ji Hyun (Kyung) ke atas lalu makan.Han Kang : Aku akan membayarmu dengan ketat sesuai dengan jam kerjamu, jadi kau harus absen saat datang, karena semua staf memperhatikannya.
Han Kang jalan pergi dan Ji Hyun (Kyung) menangis. Han Kang bingung dan kembali, sekarang kenapa menangis? aku tidak akan memecatmu?

Ji Hyun (Kyung) : aku menangis karena sangat berterima kasih.
Ayah Ji Hyun berpesan pada In Jung untuk menelepon semua orang. Katakan kalau pernikahan Ji Hyun dibatalkan. Ayah Ji Hyun minta In Jung menjaga Ji Hyun malam ini.

In Jung pergi ke butik tempat Ji Hyun memesan baju pengiring. In Jung menanyakan tentang stempel Ji Hyun. Apa mungkin Ji Hyun meninggalkan disini.
Staf butik berjanji akan menelepon In Jung kalau menemukannya. In Jung memberikan kartu namanya.

Staf itu mengenali nama In Jung, dan ia berkata kalau Ji Hyun sangat memperhatikan In Jung dan memilih gaun terbaik untuk In Jung. Dan bahkan Ji Hyun memakai baju itu untuk diperlihatkan pada In Jung.

In Jung keluar dari butik dan merasa bersalah.

Min ho bertemu dengan pria yang mengurusi tanah Ji Hyun. Min Ho minta agar pria itu menunggu sebentar.

Pria itu heran, kenapa Min Ho tidak bisa menemukan stempel Ji Hyun. Min Ho memberikan alasan tentang kondisi Ji Hyun dan minta diberikan waktu.

Malamnya, Min ho ke cafe Han Kang dan Ji Hyun (Kyung) mengambilkan buku menu untukknya. Min Ho minta Ji Hyun (Kyung) jangan selalu disekitarnya dan minta Ji Hyun (Kyung) memanggilkan Han Kang dan memberinya minuman keras.
Min Ho mendapat telp dari In Jung, dan ia keluar untuk bicara.
Ji Hyun (Kyung) ingin mencoba menguping. Min Ho minta In Jung jangan menangis dan ia akan menemui In Jung di RS.Ji Hyun (Kyung) coba menebak, sejak kapan In Jung dan Min Ho pacaran, jangan-jangan lebih lama darinya.

Min Ho melihat Ji Hyun (Kyung) dan berkata kalau ia tidak tertarik pada Ji Hyun (Kyung), jadi berhentilah menyukainya, Min Ho berkata Yi Kyung bukan tipenya.
Min Ho : Apa kau mempelajari dari drama, memperlihatkan rasa tertarik lalu jadi dingin agar pria itu tertarik? Jangan buang2 waktumu.

Ji Hyun (Kyung) tidak tahan dan marah : Kau pikir aku tertarik padamu?
Min Ho berkata ia tahu kalau itu adalah langkah berikutnya, pura2 marah dan menarik perhatian pria itu.

Ji Hyun (Kyung) : Kau bukan saja mengingat nama dengan baik tapi kau juga suka salah paham, tidak peduli sebagus apa aktingku, kau pikir aku bisa sebagus dirimu?
Min Ho bingung : Aku, akting?

Ji Hyun (Kyung) : Wajahmu ini bukanlah aslinya, kau memperlihatkan sopan-santun tapi kau tidak punya ketulusan, kau bilang kau tahu kepribadian orang dengan baik. Tapi kau sangat bagus dalam membodohi orang...

Lalu kalung Ji Hyun (Kyung) berubah jadi merah, dan Ji Hyun (Kyung) mengeluh, panas.
Scheduler muncul dengan wajah sangat serius wow..dan berkata kau serius dengan peringatanku. Aku sudah bilang, kau tidak boleh mengatakan kalau ini adalah kau, bahkan tidak juga dalam hati.Ingat..jika kalung itu pecah, itu juga adalah akhir dari 49 hari.

Scheduler berdiri diantara Ji Hyun (Kyung) dan Min Ho.
Min Ho tanya apa yang dilakukan Ji Hyun (Kyung). Ji Hyun (Kyung) berkata kalau Min Ho adalah tunangan teman bosnya, ia salah paham. Dan ia tadi marah sehingga mengatakan itu semua. Lalu Ji Hyun (Kyung) pergi.

Han Kang kebetulan akan naik ke atas dan ia mendengar pembicaraan mereka.

Song Yi Kyung kembali kerja dan ia mulai menyadari kalau rambutnya semakin bersih dan melihat kaca.
Pria yang biasa beli rokok datang dan Yi Kyung langsung ke meja kasir.

Pria itu berkata kalau ini pertama kalinya ia melihat Yi Kyung berkaca. Yi Kyung minta pria itu berhenti menunjukkan rasa tertarik padanya.Pria itu ingin, tapi ia mengaku tidak bisa. Karena kita sudah cukup dekat. Cobalah untuk mengingat. Pria itu tahu mengapa Yi Kyung ke lokasi kecelakaan dan mengapa ada bekas luka di pergelangan tangan Yi Kyung.
Pria : Kalau itu tentang dirimu, aku tahu banyak.

Yi Kyung mulai ingat, pria itu adalah dokternya, dokter No Kyung Bin.


Kyung Bin : sekarang kau ingat? sudah lama.
Yi Kyung : Jangan mengurusiku karena aku tidak ingin mengingatnya.
In Jung bertemu Min Ho di RS dan berkata kalau Ibu Min Ho berdiri sepanjang hari menunggunya. Min Ho berkata belum waktunya menemui ibunya.In Jung : Jika kau seperti itu terus, mungkin akan terlambat bagimu karena ibumu semakin memburuk.
In Jung membujuk Min Ho untuk pergi saja, Min Ho sudah punya cukup uang dan membawa ibu keluar negeri, mereka bisa hidup bersama bertiga.
In jung berkata, selain karena ibu Min Ho, juga karena ayah Ji Hyun. In Jung tidak ingin melakukan itu pada ayah Ji Hyun. Setelah Ji Hyun seperti itu lalu melakukan itu pada perusahaan ayah Ji Hyun, ini bukan yang ia inginkan.

Min Ho berkata apa In Jung lupa bagaimana mereka bisa sampai disini?

flashback
Kejadian di gunung itu memang bukan kebetulan. In Jung dan Min Ho sudah merancangnya. In Jung memberi kode pada Min ho.

Min ho mengerti dan mengamati keduanya. Setelah cuaca jadi buruk, Ji Hyun dan In Jung turun. In Jung diam2 mengambil ponsel dari saku Ji Hyun, lalu memperlambat langkahnya. In Jung sembunyi di balik pohon.Saat Ji Hyun tersesat dan terpisah dari In Jung, Ji Hyun mau menelepon, tapi ternyata ponselnya hilang. Ponsel itu dibuang In Jung di gunung. Min Ho datang menyelamatkan Ji Hyun.

Kembali ke masa kini. In Jung berkata ia ingat itu tanpa harus diingatkan lagi oleh Min Ho. In Jung minta Min Ho menghentikannya.

Min Ho berkata ia harus mengatakannya demi kebaikan In Jung. Mereka tidak tahu kalau roh Ji Hyun ada di situ dan mendengar semuanya dengan syok.

Flashback
Saat In Jung tidak bisa menemui Ji Hyun karena ada kencan, sebenarnya In Jung telp sambil melihat ke arah Min Ho. Itu semua juga direncanakan. In Jung melihat saat Ji Hyun mengejar dan menarik lengan Min Ho, dan memakan umpannya.

Ji Hyun mendengar semua itu dan ia tidak percaya.

Lanjut kesini yahh ....

0 Your ComeNt Here: