JellyPages.com

Tuesday, October 25, 2011

KasihNya menyerap Luka kita

KasihNya Yesus sungguh Indah

“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita” 1 Yohanes 3:16.Seorang pria muda bernama Don sedang menikmati hidupnya. Setidaknya begitulah kelihatan dari luar. Ia berkencan dengan sederetan gadis-gadis cantik. Pria lain melihat dia dengan iri hati. Tetapi di dalam, Don sedih. Ia hancur luluh. Kencannya dilakukan dengan terpaksa. Ia mendapati dirinya mengunakan satu demi satu wanita hanya untuk keluar dari depresinya. Ketika ia merasa lemah, ia harus mendapatkan hiburan dari wanita.
Don tahu, ia tidak adil dengan pasangan-pasangannya. Ia di besarkan dalam rumah tangga yang sangat keras. Sering kali ia bertobat dan berjanji kepada Allah bahwa ia akan mengubah caranya, tetapi polanya berlanjut. Akhirnya Don mengunjungi seorang penasehat kristen yang menggunakan prinsip-prinsip rohani dan Alkitabiah. Don hanya ingin mengubah siklus jahat prilakunya. Ia menginginkan formula untuk mengubah kebiasaan yang merusak. Tetapi perlahan-lahan ia menyadari bahwa ada satu alasan mengapa ia mendapatkan penyakit depresi ini.
Di balik depresi Don ada kehampaan, yaitu ketidakmampuan menyerap kasih dengan cara yang sehat. Dengandemikian ia di gerakkan, berulang kali, mencoba mendapat kasih dengan cara yang tidak sehat. Don tidak mampu mendapatkan pegangan pada perilaku merusaknya, sampai ia menghadapi kehancuran di dalam dirinya, sampai ia mulai memahami apa itu kasih Allah yang tak bersyarat.Rasul Yohanes memahami kasih. Dengan pena yang di celupkan dalam kasih Allah, ia menulis,”Lihatlah, betapa besarnya kasih yang di karuniakan Bapa kepada kita, sehingga kita dis ebut anak-anak Allah. (1 Yoh 3:1). Hati kita yang merindukan kasih, menemukannya di dalam Dia. Keinginan kita terhadap kasih di puaskan di dalam Dia.
Beberapa dari kita sudah cukup beruntung berasal dari keluarga-keluarga di mana kasih diungkapkan dengan cara yang bebas. Yang lain berasal dari keluarga-keluarga yang berantakan, rumah tangga di mana kasih tidak di ekspresikan sama sekali, atau dengan cara-cara yang di sesuaikan. Apapun latar belakang anda, Allah memenuhi kekurangan kasih itu. Biarlah ayat berikut mendorong kasih tertanam dalam hati anda: Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, bahwa Allah telah mengutus anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya (1 Yoh 4:9), kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih (ayat 16).

Hari ini hiduplah dalam kasih Allah. Dengan sadar kita berkata, Allah mengasihi saya, dan kasih-Nya mengisi hati saya. Dalam Dia saya sempurna. Biarkan kasih-Nya memuaskan anda hari ini.

Credit : artihidupku

0 Your ComeNt Here: